Khutbah Jumat: Mempertinggi Darmabakti Saleh Di Usia Senja

Usia petang artinya usia utama untuk mempertinggi amal saleh. Di usia tersebut kita dinasihatkan menggandakan tasbih, tahmid, lalu istighfar.Khutbah Pertamaالْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْنيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًااللّهُمَّ عَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا، وَانْفَعَنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا، وَزِدْنَا عِلْماً، وَأَرَنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرَنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Segala puji bagi Allah, Rabb jagat alam, yg memerintahkan kita jatah selanjutnya bertakwa kepada-Nya.

Pada hari Jumat cukup berkah ini, saya diperintahkan bershalawat pada Nabi penutup masa, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada hadits yang memperlihatkan kebaikan bershalawat pada dia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yg bershalawat kepadaku luar biasa, maka Allah hendak bershalawat kepadanya sepuluh batang air.” (HR. Muslim, no. 408)

Ma’asyirol muslimin rahimani wa rahimakumullah …

Di antara jamaah shalat Jumat ini pasti ada yg berusia senja, sungai ini saya mau penyelidikan dorongan menaikkan amalan di umur serupa itu.
US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US US Kita dari memikirkan ayat,إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (dua) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (tiga)

“Apabila sudah pernah bertandang bantuan Allah lalu keberhasiln, beserta kamu lihat manusia diterima agama Allah lagi berbanyak-banyak, dan sampai-sampai bertasbihlah dan memuji Tuhanmu dengan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia artinya Maha Penerima taubat.” (QS. An-Nashr: 1-tiga)

Tentang butir pada beserta, coba perhatikan penjelasan yang cantik bermula Ibnu ‘Abbas ini dia.

Ada sebuah sejarah dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengungkapkan, “Suatu hari Umar mengundang mereka dan mengajakku lalu mereka. Seingatku, Umar bukan mengajakku sekon itu kecuali bagi mempertontonkan kepada mereka martabat keilmuanku. Lantas Umar soal, “Bagaimana komentar kalian tentang butir (yang adalah), “Seandainya pertolongan Allah lalu kesuksesan datang (1) beserta kamu toleh manusia diterima kepercayaanAllah lagi beramai-ramai (dua) –sampai ahkir arsip. (QS. An Nashr: 1-3). Sebagian saudara berkomentar (terjemah bab tersebut), “Tentang poin ini, setahu kami, saya diperintahkan biar memuliakan Allah lagi meminta ampunan kepada-Nya, waktu kita diberi bantuan beserta diberi kemenangan.” Sebagian beserta berkomentar, “Kalau awak tak tahu.” Atau apalagi tidak terdapat yang berkomentar sama sekali. Lantas Umar pertanyaan kepadaku, “Wahai Ibnu Abbas, beginikah kamu mengartikan poin sedianya? “Tidak”, jawabku. “Lalu dengan jalan apa tafsiranmu?”, pertanyaan Umar. Ibnu Abbas menggagalkan, “Surat tersebut yakni pertanda wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah erat. Allah memberitahunya dan ayatnya: “Jika telah datang pertolongan Allah dengan keberhasiln’, itu berarti penaklukan Makkah dengan itulah atribut ajalmu (Muhammad), akibatnya “Bertasbihlah lagi memuji Rabbmu bersama mohonlah ampunan, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat.” Kata Umar, “Aku tak mengerti penafsiran poin tadi kecuali semacam yg engkau (Ibnu Abbas) ketahui.”” (HR. Bukhari, no. 4294)

Dari sinilah Imam Nawawi rahimahullah merangkum berisi Riyadhus Sholihin dan judul ayat yg beliau tulis: “Bab 12. Anjuran bagi Meningkatkan Amal Kebaikan pada Akhir Usia.”Jangan malah tambah kedaluwarsa, makin menjadi-jadi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sempat mengingatkan,ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ : شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

“Ada tiga golongan yg Allah tak mengobrol kepada mereka dalam hari Kiamat, tak membakar habis mereka, lagi takpada mereka, lagi untuk mereka penindasan yang pedih: diri yg sudah pernah basi akan tetapi berzina, penguasa yang suka dusta, dengan badan miskin yang arogan.” (HR. Muslim, no. 172)Tambah umur harusnya makin semakin cantik

Dalam hadits disebutkan,لَا يَتَمَنَّ أَحَدُكُمُ الْمَوْتُ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ. إِنَّهُ إِذَا مَاتَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ,  وَإِنَّهُ لَا يَزِيْدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا

“Janganlah seseorang dari kalian mengharapkan akhir hayat. Dan jangan pula berdoa supaya segera mendapat maut pagi buta ajal itu hadir kepadanya. Sesungguhnya bila sira mati, maka terputuslah amalannya bersama bahwa tidaklah umur seorang mukmin itu bertambah dalam dirinya selain hendak memperbanyak bajik.” (HR. Muslim, No. 2682)Amalan apa saja yang bisa dilakukan waktu usia petang?

Pertama: Lebih memerhatikan kebajikan-kearifan wajib. Sebab, ibadah-ibadab yg bersifat tentu (fardhu) merupakan komitmen yg bersifat perseorangan yg harus ditegakkan diri-badan sang setiap Muslim dan Muslimah hingga maut mendarat. Selain itu, dedikasi-amal tentu merupakan kebajikan yg paling dicintai oleh Allah Ta’ala

Kedua: Menghindari ayat-ayat yg diharamkan oleh syariat.

Ketiga: Menambah amalan-kebajikan sunnah.

Keempat: Banyak bertasbih, bertahmid, mengeja istighfar, lalu bertaubat.

Kelima: Memperbanyak kebajikan-kebajikan ringan, namun berpahala berpengaruh, bagai berdzikir dengan mengucapkan shalawat.

Keenam: Rutin mengucapkan dzikir pagi dengan senja.

Ketujuh: Tetap getol dalam thalabul ilmi (ketulusan lembaga ilmu). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,أَعْذَرَ اللهُ إِلَى امْرِئٍ أَخَّرَ أَجَلَهُ حَتَّى بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً

“Allah tak mau tunduk alibi pada seseorang yang Allah tertunda ajalnya sampai sampai 60 musim.” (HR. Bukhari, no.641)

Kedelapan: Rutin menilik Alquran lagi mentadabburinya (merenungkannya) via agakan ulama berbobot buku tafsir (yang wajib lebih mendalam mulai sekadar Alquran menafsirkan).

Kesembilan: Berpesan pada kanak-kanak-anak dan kerabat biar menjadi saleh bersama salehah, suka mewiridkan perseorangan kuno baik sekon sedang hidup alias sehabis tewas, lalu membantu mentalqin badan lama waktu akan mati.

Baca Juga: Saat Zakariya di Usia Tua, Akhirnya Dikarunia YahyaMoga saya diberi umur panjang

Rajinlah berdoa ibarat ini,اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

“ALLAHUMMA AK-TSIR MAALII WA WALADII, WA BAARIK LII FIIMAA A’THOITANII WA ATHIL HAYAATII ‘ALA THO’ATIK WA AHSIN ‘AMALII WAGH-FIR LII.

(ialah: Ya Allah perbanyaklah uang bersama anakku serta berkahilah bakat yg Engkau beri. Panjangkanlah umurku batin (hati) aturan pada-Mu beserta baguskanlah amalku dan ampunilah syirik-dosaku).”